Sabtu, 19 September 2015

Berbagai Jenis Tumbuhan Sebagai Obat Herbal Diabetes


Tumbuhan Asli Indonesia Sebagai Tanaman Herbal Ampuh Untuk Kesehatan

GULA DARAH- Sebelumnya telah kita ketahui tentang bahaya penyakit diabetes . Penyakit gula darah ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga menyerang anak-anak dan ibu hamil (mengatasi diabetes pada ibu hamil) . Berdasarkan data dari WHO, faktor terbesar penyebab penyakit ini disebabkan karena pola hidup yang tidak baik dan pola makan yang tidak seimbang. Oleh sebab itu banyak cara dilakukan untuk menghindari bahaya penyakit yang mematikan ini seperti mengkonsumsi sayuran (sayuran untuk cegah diabetes) dan mengkonsumsi obat herbal tradisional. Sekarang ini, banyak orang lebih memilih obat herbal tradisional tanpa efek samping dibandingkan obat kimia. Walaupun membutuhkan proses, dengan pengobatan yang rutin bukan tidak mungkin obat herbal tradisional menjadi obat ampuh bagi penderita diabetes.
  
Di Indonesia telah banyak pengbatan herbal tradisional untuk menyembuhkan penyakit ini. Salah satunya dengan pengobatan melalui tumbuhan herbal. Berikut ini adalah beberapa tumbuhan herbal asli indonesia yang mudah dibudiaya untuk menyembuhkan penyakit diabetes:


  • Daun sambiloto

Daun sambiloto dapat dijadikan obat herbal diabetes basah maupun kering. Walaupun daun ini terkenal  pahit dan sering kali diabaikan untuk dijadikan sebagai obat. Padahal kandungan yang ada didalam daun ini sangat baik untuk membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Flavanoid yang ada didalam daun sambiloto ini sudah terbukti mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu memproduksi insulin dalam tubuh. Untuk menggunakannya cukup minum air rebusan daun ini. 

  •       Daun Salam
Dselain dijadikan sebagai bumbu dapur untuk penyedap makanan, ternayata daun salam dapat dijadikan obat herbal tradisional untuk menyembuhkan luka diabetes. Kandungan dalam daun salam sangat baik untuk mengobati luka luar yang diakibatkan oleh diabetes. Cukup dengan menghaluskan daun salam kemudian balurkan pada lukanya. Anda juga bisa minum air rebusan daun salam agar diabetes bisa diatasi dengan cepat. Daun salam sangat mudah dibudidayakan dan ditemui di Indonesia.
3.       
  • Brotowali
Tanaman brotowali sangat terkenal dengan tanaman yang memiliki rasa sangat pahit. Tetapi dibalik itu, tanaman brotowali mengandung senyawa aktif tinokrisposid berkhasiat mempercepat keluarnya glukosa melalui peningkatan metabolisme atau disimpan secara langsung sebagai lemak. Penelitian dari RS King Chulalangkorn di Thailand terhadap 36 pasien yang diberi ekstrak herbal brotowali menunjukkan penurunan gula darah yang signifikan. Bagian yang paling sering digunakan dari herbal brotowali adalah batang dan akarnya yang secara tradisional direbus untuk diminum. Dalam pengujiannya tanaman brotowali tidak beracun sehingga aman dikonsumsi sebagai obat tradisional tanpa efek samping.

  • Pegagan
Tanaman ini termasuk tanaman asli Indonesia yang kaya akan manfaat. Didalamnya mengandung zat anti racun dan juga anti infeksi yang sangat baik untuk dijadikan sebagai obat herbal. Salah satunya bisa menurunkan kadar gula yang ada dalam darah sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

  • Kumis Kucing
Tanaman kumis kucing atau degan nama ilmiah orthosipon aristatus tergolongdalam familia labiatea. Tanaman yang memiliki ciri khas pada bagian kelopak bunganya ini merupakan salah satu tanaman obat asli indonesia yang mampunmenyembuhkan penyakit diabetes.  Tanaman ini mengandung senyawa orthosiphonin glikosida, minyak atsiri, sapofonin, garam kalium, sinensetin, mioinositol, saponin, minyak lemak, zat samak dan masih lain-lain. Kandungan tersebut bersifat diuretic atau bermanfaat sebagai pelueuh kencing, mengobati infeksi ginjal yang telah akut dan kronis, mengobati infeksi kandungan kencing atau sistitis, melenyapkan penyakit kencing batu dan kencing manis atau diabetes mellitus.
Berikut ini adalah cara pengolahan efektif untuk membuat ramuan dari tanaman kumis kucing dalam mengobati diabetes. Lanjutkan membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar